 |
"Ramcke Tunic" (Seragam Ramcke) adalah hasil modifikasi dari seragam tropis standar Luftwaffe. Perbedaannya terletak pada dihilangkannya saku dada serta penambahan bukaan yang dilengkapi dengan lipatan serta deretan kancing - sebuah sistem kerja yang sama dengan bandolier amunisi yang dibuat kemudian dan berfungsi sebagai penyimpan, di kedua belah sisi, satu atau dua buah sabuk amunisi senapan mesin |
 |
Seragam yang tidak biasa ini lazim dinamakan sebagai "seragam Ramcke" karena dipakai oleh Fallschirmjäger yang diterjunkan ke medan perang Afrika (Fallschirmjäger-Brigade Ramcke), meskipun sebenarnya dia adalah seragam penembak senapan mesin eksperimen yang ditujukan untuk melindungi sabuk amunisi senapan mesin ( 50 round di setiap sisi) dari debu dan pasir. BTW, topi yang ikut nongkrong dalam foto di atas dinamakan sebagai Troppenschirmmütze atau yang lebih dikenal sebagai "Hermann Meyer cap" |
 |
Kebanyakan seragam jenis ini merupakan hasil modifikasi dari jatah seragam standar yang diproduksi oleh firma 'Holz & Binkowski' |
 |
Sebagian orang berpendapat bahwa mengenakan ikat pinggang di seragam semacam ini akan membawa kesulitan tersendiri karena membawa repot saat memindahkan sabuk amunisinya. Tiga foto di atas akan menjawab hal tersebut: terdapat "terowongan" khusus di bagian dalam tunik yang membuat ikat pinggang dapat dipakai tanpa menjorok di luar. BTW, kepala ikat pinggangnya berasal dari jenis non-tropis Luftwaffe, sementara ikat pinggangnya sendiri adalah ikat pinggang tropis berbahan rajutan dan bukan kulit seperti yang biasa dipakai di Eropa. |
Sumber :
Buku "Afrikakorps" karya Robert Kurtz
www.afrikakorps.forumcrea.com
www.wehrmacht-awards.com
www.alifrafikkhan.blogspot.com